Jakarta, 4 September 2026 — Bagaimana jika kekayaan kuliner Indonesia dirangkum dalam 10 mangkuk sup dan dinikmati dalam satu perjalanan? Pertanyaan tersebut menjadi gagasan utama di balik A Bowl of Indonesia, sebuah kolaborasi antara THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa dan KARA yang mengajak para tamu menjelajahi Indonesia melalui beragam hidangan berkuah dari berbagai daerah.
Menghadirkan 10 sajian khas Nusantara, A Bowl of Indonesia tidak sekadar menawarkan pengalaman mencicipi makanan, tetapi juga membawa cerita mengenai keberagaman cita rasa Indonesia. Kesepuluh hidangan tersebut adalah Soto Tangkar, Soto Kuning Bogor, Soto Medan, Soto Banjar, Empal Gentong Cirebon, Konro Makassar, Rawon Jawa Timur, Sop Kambing, Tengkleng Solo, dan Soto Madura.
Acara ini merupakan bagian dari Art and Music Festival, thematic event yang diprakarsai oleh PHM Hotels. Jika seni umumnya dituangkan melalui musik, lukisan, atau pertunjukan, A Bowl of Indonesia mengangkat Art melalui medium yang lebih dekat dengan keseharian, yaitu kuliner.
Setiap mangkuk merepresentasikan karakter daerah asalnya—mulai dari kuah yang kaya rempah, rasa gurih yang kuat, hingga penggunaan bahan dan teknik memasak yang menjadi identitas masing-masing hidangan.
Ketika Dua Chef Mempertemukan Dua Perspektif
Salah satu momen yang menjadi daya tarik A Bowl of Indonesia adalah sesi live cooking yang mempertemukan Executive Chef Yoelianto dari THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa dan Executive Chef Andreas dari KARA.
Chef Andreas mengolah Soto Tangkar, sajian khas Betawi dengan kuah kaya rempah yang dilengkapi tulang iga sapi. Di sisi lain, Chef Yoelianto menghadirkan Sop Kambing dengan daging kambing yang lembut dan kuah gurih dengan tekstur creamy.
Dua hidangan tersebut menunjukkan bagaimana satu tema dapat diterjemahkan melalui perspektif yang berbeda. Soto Tangkar tampil dengan karakter rempah yang kuat, sementara Sop Kambing menawarkan rasa gurih dan tekstur kuah yang lebih lembut.
Menariknya, di antara dua perspektif tersebut, KARA menjadi bagian yang mempersatukan kolaborasi, membawa identitas sebagai brand spesialis kelapa asli Indonesia sekaligus mendukung upaya memperkenalkan kembali kekayaan kuliner Nusantara.
“A Bowl of Indonesia bagi kami bukan hanya sebuah dining experience, tetapi juga sebuah perjalanan untuk mengenal Indonesia melalui cita rasa. Kami ingin menunjukkan bahwa kuliner adalah bagian dari seni dan budaya yang dapat menyatukan berbagai cerita dari daerah-daerah di Nusantara. Melalui kolaborasi ini, kami berharap para tamu tidak hanya menikmati hidangan, tetapi juga membawa pulang cerita dan pengalaman dari setiap mangkuk yang mereka cicipi,” ujar Eva Rosdiana, General Manager THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa.
Menurut Executive Chef Yoelianto, keberagaman justru menjadi kekuatan utama dalam kuliner Indonesia. “Kekayaan kuliner Indonesia justru terletak pada keberagaman karakter setiap daerah. Melalui Sop Kambing, kami ingin mempertahankan karakter hidangan yang familiar bagi masyarakat Indonesia, sekaligus memberikan pengalaman rasa yang nyaman dan berkesan. A Bowl of Indonesia memperlihatkan bagaimana bahan dan teknik yang berbeda dapat menghasilkan cerita yang begitu beragam dalam satu pengalaman,” ungkap Executive Chef Yoelianto, THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa.
Sementara itu, Executive Chef Andreas melihat A Bowl of Indonesia sebagai ruang untuk mempertemukan interpretasi dua chef terhadap kuliner Indonesia.
“Soto Tangkar memiliki karakter yang kuat dari rempah-rempah dan penggunaan iga sapi. Yang menarik dari A Bowl of Indonesia adalah bagaimana dua chef dapat membawa perspektif masing-masing, namun tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan kekayaan kuliner Indonesia dalam sebuah pengalaman yang dapat dinikmati bersama,” ujar Executive Chef Andreas, KARA.
Komitmen terhadap kuliner Nusantara juga menjadi salah satu alasan KARA mendukung kolaborasi ini.
“KARA senang bisa berkolaborasi dengan THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa dalam mengangkat soto sebagai salah satu kuliner tradisional Indonesia. Sebagai brand spesialis
kelapa asli Indonesia, KARA akan terus mendukung berbagai kegiatan yang ikut menjaga dan memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara,” ujar Tim Marketing KARA.
Tamu Menentukan Tiga Sup Favorit
Yang membuat A Bowl of Indonesia berbeda adalah perjalanan 10 hidangan tersebut tidak berakhir setelah acara selesai.
Para tamu undangan diberikan kesempatan untuk memilih hidangan favorit melalui sistem voting. Dari 10 sajian yang dicicipi, terpilih tiga hidangan dengan suara terbanyak, yaitu Sop Kambing, Soto Tangkar, dan Konro Makassar.
Ketiga hidangan tersebut kemudian akan menjadi bagian dari program kuliner Dwangsa9 Indonesian Restaurant selama tiga bulan berturut-turut. Satu hidangan akan ditampilkan setiap bulan sepanjang September hingga November 2026.
Sebagai hidangan pertama, Sop Kambing menjadi menu pilihan untuk bulan September dan dapat dinikmati dengan harga Rp120.000 di Dwangsa9 Indonesian Restaurant.
Dengan konsep tersebut, A Bowl of Indonesia tidak berhenti sebagai sebuah one-night dining experience. Hidangan yang mendapat respons terbaik dari para tamu justru mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan perjalanannya dan diperkenalkan kepada lebih banyak pengunjung Dwangsa9.
Kuliner sebagai Seni yang Bercerita
Melalui A Bowl of Indonesia, THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa dan KARA ingin menunjukkan bahwa seni dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, termasuk di dalam sebuah mangkuk.
Sepuluh sup dari berbagai daerah memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang tidak hanya beragam dalam rasa, tetapi juga memiliki sejarah, karakter, dan identitas yang berbeda di setiap wilayah.
Dalam semangat Art and Music Festival dari PHM Hotels, A Bowl of Indonesia menjadikan kuliner sebagai medium untuk merayakan kreativitas sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan Nusantara.










