
Endometriosis adalah penyakit ginekologi dengan keluhan nyeri dan infertilitas, dirasakan oleh kaum perempuan yang dimana sulit untuk disembuhkan serta dapat menurunkan kualitas hidup. Di samping menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian di Asia akibat biaya perawatan medis dan bedah yang tinggi, endometriosis menimbulkan beban serius bagi kesehatan fisik dan mental perempuan.
Dr. Dewi Muliatin Santoso, Head of Medical Dept. – Pharmaceuticals PT Bayer Indonesia dalam Virtual Media Briefing hari ini mengatakan, “Endometriosis menyerang 10% perempuan usia produktif di seluruh dunia dan terus menjadi kasus serius di tingkat Global dan Regional.”
Kasus endometriosis di Asia juga diperparah oleh lambatnya perempuan dalam mencari diagnosis dan pengobatan awal akibat berbagai miskonsepsi. Misalnya, sebagian perempuan mungkin mengabaikan nyeri panggul karena menganggapnya sebagai bagian dari siklus menstruasi, sementara sebagian yang lain mengira bahwa endometriosis dapat menyebabkan infertilitas.
Karena kurangnya informasi terkait kondisi ini, Bayer bertekad mengedukasi dan mendorong perempuan agar mendapatkan pengobatan yang mereka perlukan sejak dini. Dilatarbelakangi hal ini, Bayer meluncurkan kampanye #DontLiveWithPain untuk mendorong perempuan mencari intervensi dan perawatan dini dan berhenti menderita dalam diam karena mengira nyeri haid adalah suatu hal yang normal.
“Bayer, sebagai perusahaan global dengan kompetensi di bidang Life Science, produk serta layanan yang dirancang untuk memberikan manfaat serta meningkatkan kualitas hidup manusia, termasuk terapi medis untuk endometriosis, yang telah digunakan sebagai terapi lini pertama dalam Konsensus Tatalaksana Endometriosis Nasional HIFERI 2017, sehingga diharapkan dapat mengatasi penyakit endometriosis secara tepat, efektif dan efisien,” ungkap dr Hendy.
Rata-rata pasien endometriosis mengalami keterlambatan diagnosis selama 6-7 tahun. Beberapa faktor terjadi penyakit Endometriosis yaitu minimnya pengetahuan tentang penyakit ini. Untuk meminimalisir keterlambatan diagnosis yaitu ketika mengalami nyeri haid terlalu sakit harus diperhatikan terlebih lagi jika terjadi di luar haid maka itu kemungkinan tanda-tanda endometriosis. Upaya yang dilakukan datangi fasilitas kesehatan serta melakukan pemeriksaan.
“Tujuan pengobatan dilakukan secara lebih dini adalah untuk mengendalikan perkembangan penyakit endometriosis dengan menurunkan kadar hormon estrogen yang memicu perkembangan penyakit dan gejalanya. Pengendalian tersebut harus berada di kadar yang tepat sehingga menghindari efek jangka Panjang akibat turunnya estrogen yang terlalu rendah. Evaluasi pengobatan dilakukan secara berkala setiap 3-6 bulan untuk menilai respon pengobatan dan apabila respon baik maka terapi diteruskan dalam strategi pengobatan jangka panjang.” ujar dr Kemal.
Kunci utama dalam proses penyembuhan pasien Endometriosis adalah support system yang kuat berasal dari pasangan, keluarga, rekan kerja, dokter, psikolog dan komunitas pasien yang bekerja sama dan saling memberikan dukungan untuk mengoptimalkan kondisi pasien. Hal ini akan membantu pasien untuk berdamai dengan dirinya dan akan mempercepat dalam penyembuhan.








