
Pernah kah mendengar kata Genital Warts? Genital Warts atau kutil kelamin adalah sebuah penyakit menular seksual berbentuk benjolan kecil berwarna daging bahkan dapat berbentuk seperti kembang kol, yang sering dianggap remeh oleh banyak kalangan karena pada beberapa kasus kutil kelamin ini tidak menimbulkan gejala yang begitu signifikan bagi penderitanya. Namun apabila penyakit ini tidak segera ditangani akan berpotensi menjadi kanker serviks.
Kutil kelamin yang diakibatkan oleh HPV yang paling sering terjadi dialami merupakan tipe 6 dan tipe 11, kasus pada tipe ini sudah mencapai sebanyak 90 – 95% kasus. Kutil kelamin pada tipe HPV ini terjadi pada bagian leher rahim atau berada di dalam vagina, kemudian yang dapat menyebabkan berujungnya mengalami kanker serviks sebagai bentuk komplikasinya.
Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, CEO Klinik Pramudia mengatakan, “Genital Warts atau kutil kelamin akan menjadi perhatian khusus kami. Apalagi insiden kasus genital warts menjadi salah satu penyakit IMS yang paling sering ditemukan,”
Amelia Soebyanto, Sp.DV, Spesialis Kulit dan Kelamin (Dermato-venereologi) Klinik Pramudia dalam webinar Kupas tuntas Genital Warts pada perempuan menjelaskan, “Tanda adanya Genital Warts adalah benjolan halus atau kasar berwarna kulit, merah muda, maupun keabuan, dan aja juga yang bentuknya seperti kembang kol, yang semakin lama semakin banyak dan membesar dengan cepat dalam beberapa minggu sampai beberap bulan.”
Penyakit ini berisiko tinggi kepada mereka yang aktif secara seksual dan memiliki kebiasaan berganti-ganti pasanagan seksual tanpa menggunakan pengaman, memiliki riwayat infeksi menular seksual, dan memiliki pola hidup yang kurang sehat seperti mengkonsumsi alkohol dan merokok. Bahkan resiko tertular lebih tinggi lagi jika dialami oleh penyandang HIV seropositif.
“Penularan Genital Warts, selain dari hubungan seksual yang menyebabkan kontak langsung dengan mukosa dari penderitanya, juga bisa ditularkan dari ibu ke bayinya saat melahirkan. Selain itu, meskipun jarang terjadi, kontak langsung maupun tidak langsung melalui benda-benda yang terkontaminasi dengan HPV (fomites) juga dapat menularkan ke orang lain. Mereka yang sudah terinfeksi dan mengalami Genital Warts juga harus waspada karena sifatnya kambuhan,” jelas dr. Amelia.
Pencegahan bertambahnya jumlah replikasi virus hingga saat ini belum ada sehingga dalam pengobatan masih bertujuan untuk menghilangkan gejalanya saja. Sehingga apabila mengalaminya masih terjadi kekambuhan, sehingga salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mencegahnya dengan vaksin HPV yang dapat diberikan.








