
Moms, si kecil berusia antara 1-2 tahun? Berarti ia sudah beranjak dari bayi menuju balita atau toddler. Selain gerakannya semakin dinamis dan lincah, ia pun mulai belajar makan dengan tangannya sendiri.
Tidak usah kuatir belepotan Moms, biarkan si kecil mengeksplorasi kemampuannya. Biasanya diawali dengan mengambil makanan langsung memakai jari-jarinya. Perlahan, Moms kenalkan dengan sendok khusus hingga ia terampil menggunakannya. Moms boleh membantunya bila si kecil mulai kewalahan menyendok atau memotong makanannya.
Periode ini jadi waktu yang tepat buat Moms memperkenalkan beragam jenis makanan, rasa dan teksturnya pada si kecil. Tapi Moms tetap harus bisa mengira-ngira porsi yang cukup untuk perut mungilnya. Agar asupan nutrisinya maksimal, pilih makanan yang padat gizi dan batasi makanan manis serta berkalori kosong.
Di usia 12-18 bulan, si kecil sedang belajar mandiri. Jadi, bukan hanya ingin makan sendiri, ia pun mulai memilih makanan yang disukainya, menentukan sendiri seberapa banyak ia ingin makan dan di mana. Tugas Moms adalah membiasakannya dengan jadwal makan teratur, memperhatikan seberapa banyak biasanya ia makan, apa yang disukai dan tidak, makanan apa yang membuatnya alergi, serta menawarkan banyak pilihan.
Untuk urusan minum, biasakan si kecil minum dari gelas khusus dan kurangi pemakaian botol. Bila ia masih menerima ASI, selain menetek, sebaiknya si kecil total minum dari gelas.
Di usia dua tahun, si kecil dianjurkan berganti dari susu formula ke susu sapi biasa bila tidak mengkonsumsi ASI. Moms bisa memilih susu non fat untuknya bila ada riwayat diabetes, obesitas, kolesterol tinggi dan penyakit jantung dalam keluarga.
Mungkin si kecil tidak langsung menyukai rasa susu sapi. Untuk menyiasatinya, Moms bisa mencampurkan susu sapi dengan formula atau ASI dulu. Secara bertahap, kurangi kadarnya hingga akhirnya si kecil mengkonsumsi susu sapi secara total.








