• Home
  • Keluarga
    • Dunia Pasutri
    • Bonding
    • Moms Story
    • Perkembangan Anak & Remaja
    • Bayi dan Balita
    • Pendidikan
  • Kesehatan
    • Kesehatan Mental
    • Info Kesehatan
    • Tips Sehat
    • Seks dan Kesehatan
  • Fashion & Beauty
    • Fashion Pria
    • Fashion Wanita
    • Fashion Anak
    • Tips Fashion
    • Tips Kecantikan
    • SkinCare
    • Men’s Care
    • Women’s Care
  • Teknologi
    • Gadget
    • Gadget Hack
    • Review Gadget
    • Smarthome
  • Otomotif
    • Mobil
    • Motor
    • Modif
    • Electric Vehicle
  • Wisata Kuliner
    • Tips Perjalanan
    • Hotelvista
    • Jalan-Jalan
    • Rahasia Dapur
    • Rekomendasi Resto
    • Ulas Kuliner
Jumat, April 17, 2026
Harigini.com
  • Login
  • Register
  • Home
  • Keluarga
    • Dunia Pasutri
    • Bonding
    • Moms Story
    • Perkembangan Anak & Remaja
    • Bayi dan Balita
    • Pendidikan
  • Kesehatan
    • Kesehatan Mental
    • Info Kesehatan
    • Tips Sehat
    • Seks dan Kesehatan
  • Fashion & Beauty
    • Fashion Pria
    • Fashion Wanita
    • Fashion Anak
    • Tips Fashion
    • Tips Kecantikan
    • SkinCare
    • Men’s Care
    • Women’s Care
  • Teknologi
    • Gadget
    • Gadget Hack
    • Review Gadget
    • Smarthome
  • Otomotif
    • Mobil
    • Motor
    • Modif
    • Electric Vehicle
  • Wisata Kuliner
    • Tips Perjalanan
    • Hotelvista
    • Jalan-Jalan
    • Rahasia Dapur
    • Rekomendasi Resto
    • Ulas Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Keluarga
    • Dunia Pasutri
    • Bonding
    • Moms Story
    • Perkembangan Anak & Remaja
    • Bayi dan Balita
    • Pendidikan
  • Kesehatan
    • Kesehatan Mental
    • Info Kesehatan
    • Tips Sehat
    • Seks dan Kesehatan
  • Fashion & Beauty
    • Fashion Pria
    • Fashion Wanita
    • Fashion Anak
    • Tips Fashion
    • Tips Kecantikan
    • SkinCare
    • Men’s Care
    • Women’s Care
  • Teknologi
    • Gadget
    • Gadget Hack
    • Review Gadget
    • Smarthome
  • Otomotif
    • Mobil
    • Motor
    • Modif
    • Electric Vehicle
  • Wisata Kuliner
    • Tips Perjalanan
    • Hotelvista
    • Jalan-Jalan
    • Rahasia Dapur
    • Rekomendasi Resto
    • Ulas Kuliner
No Result
View All Result
Harigini.com
No Result
View All Result
Home Halaman Depan

Bukan Mata Merah Biasa, JEC Peringatkan Ancaman Uveitis dan Gangguan Retina yang Sering Diabaikan

Gangguan retina merupakan salah satu penyebab utama kebutaan di dunia

Administrator by Administrator
17 September 2025
0
Bukan Mata Merah Biasa, JEC Peringatkan Ancaman Uveitis dan Gangguan Retina yang Sering Diabaikan

ki-ka) Dr. Referano Agustiawan, SpM(K), Direktur Utama RS Mata JEC @ Menteng dan Dr. Eka Octaviani Budiningtyas, SpM, Dokter Sub Spesialis Ocular Infection and Immunology, JEC Eye Hospitals and Clinics pada sesi media “Gangguan Retina dan Uveitis: Deteksi Dini, Cegah Kebutaan,” di Jakarta (17/9).

Share on FacebookShare on Twitter

Gangguan pada retina, termasuk dampak peradangan seperti uveitis, acap mengancam diam-diam. Gejala umumnya, mata merah dan penglihatan kabur – yang kerap disepelekan. Terlambat disadari, kondisi tersebut bisa menyebabkan kerusakan retina permanen yang berujung kebutaan. Memperingati World Retina Day 2025 pada September ini, dan menyambut Inflammation Eye Disease Awareness Week pada Oktober mendatang, JEC Eye Hospitals and Clinics menyerukan urgensi deteksi dini dan penanganan cepat untuk gangguan retina dan inflamasi mata.

Retina merupakan bagian organ mata yang bertanggung jawab sebagai penghubung utama antara cahaya yang masuk ke mata menjadi sinyal visual ke otak. Gangguan sekecil apa pun pada retina berpotensi mengacaukan proses penglihatan secara keseluruhan. Tak terkecuali, inflamasi mata atau peradangan struktur okular (di antaranya uveitis, keratitis, dan skleritis) yang berisiko merusak retina.

Khusus uveitis, peradangan ini berpotensi menyerang semua kelompok umur, terutama pada kalangan usia produktif (20-60 tahun). Bahkan, uveitis menyumbang 25% angka kebutaan di negara berkembang.[1] Infeksi virus dan bakteri menjadi faktor pemicu. Di Indonesia sendiri, uveitis dipicu dua penyebab terbanyak: penyakit infeksi sistemik (misalnya tuberkulosis dan toksoplasma) serta autoimun. Lebih mengkhawatirkan lagi, studi mendapati bahwa 48–70% kasus uveitis tergolong idiopatik, alias tidak diketahui penyebab pastinya.

Baca juga

Google Maps Hadirkan Inovasi Teknologi dalam Perencanaan Perjalanan Mudik 2026

THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa Luncurkan Iftar Buffet Ramadan 2026 “Harmoni Ramadan Nusantara” Bukber Ala Sultan

Bandung Masuk Tiga Besar Destinasi Wisata Asia Versi Agoda

Dr. Eka Octaviani Budiningtyas, SpM, Dokter Sub Spesialis Ocular Infection and Immunology, JEC Eye Hospitals and Clinics

Dr. Eka Octaviani Budiningtyas, SpM, Dokter Sub Spesialis Ocular Infection and Immunology, JEC Eye Hospitals and Clinics mengatakan, “Uveitis bukan sekadar peradangan mata biasa. Banyak penyandangnya yang minim mengalami gejala dini. Ketidaktahuan yang membuat pasien kerap terlambat memeriksakan matanya. Tanpa penanganan yang tepat, uveitis bisa mengarah pada gangguan mata yang lebih serius: katarak, glaukoma, kerusakan retina, hingga berujung pada kebutaan permanen. Deteksi dini dan penanganan segera menjadi solusi terefektif untuk menghindari konsekuensi lebih lanjut!”

Secara definisi, uveitis adalah peradangan di dalam mata, khususnya pada area uvea, yaitu lapisan tengah mata (meliputi iris, badan siliaris, dan koroid). Tiga tipe uveitis terdiri atas: 1) anterior – peradangan di bagian depan uvea, 2) intermediate – peradangan di bagian tengah uvea, 3) posterior – peradangan di bagian belakang uvea, dan 4) panuvetis – peradangan di bagian depan dan belakang uvea.  Gejala umum uveitis, antara lain mata merah (termasuk yang disertai rasa nyeri), penglihatan kabur atau berbayang (baik yang tidak/disertai mata merah), munculnya floaters (bintik atau bayangan kecil yang tampak melayang-layang di lapang pandang), dan photophobia – pandangan yang sensitif terhadap cahaya.

Kondisi mata merah dan pandangan yang sensitif terhadap cahaya serupa dengan gejala awal infeksi mata ringan seperti konjungtivitis (bersifat menular, biasanya disertai belek). Kemiripan ini yang membuat banyak penyandangnya abai. Lebih-lebih gejala uveitis dapat timbul secara tiba-tiba dan memburuk dengan cepat, dan muncul pada salah satu atau kedua mata. Pada penderita autoimun (misalnya lupus atau sindrom Sjogren), gejala uveitis sering terjadi pada kedua mata dengan interval waktu berbeda.

“Gejala-gejala tersebut merupakan alarm yang memerlukan perhatian medis segera. Sebab, kondisi uveitis dapat memburuk dengan cepat. Diagnosis yang akurat serta koordinasi antarprofesi medis sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan mencegah komplikasi. Penanganan uveitis memerlukan pendekatan menyeluruh guna mengendalikan peradangan dalam jangka panjang,” jelas Dr. Eka Octaviani Budiningtyas, SpM.

Tata laksana uveitis dimulai dengan pemeriksaan oftalmologi lengkap menggunakan slit-lamp, disertai pencitraan mata dan tes darah untuk mengidentifikasi akar penyebabnya. Selanjutnya, pemberian obat sesuai kondisi uveitis, antara lain:

  • Tetes mata kortikosteroid sebagai pengobatan lini pertama untuk mengurangi peradangan dengan cepat.
  • Dilating drops (cycloplegics) atau tetes mata untuk melebarkan pupil mata guna mengurangi nyeri akibat kejang iris dan mencegah pembentukan jaringan parut.
  • Kortikosteroid (oral ataupun suntik) untuk mengatasi peradangan sistemik pada pada kasus yang lebih berat atau uveitis posterior.
  • Imunosupresan, seperti methotrexate atau biologics, untuk kasus uveitis yang bersifat kronis atau disebabkan oleh penyakit autoimun.
  • Antibiotik, antivirus, atau antijamur – jika teridentifikasi akibat infeksi.

Kembali pada peringatan World Retina Day 2025, perlu dicamkan bahwa gangguan retina merupakan salah satu penyebab utama kebutaan di dunia, dengan akar penyebab yang beragam bergantung pada kelompok usia. WHO memperkirakan 196 juta populasi dunia mengalami degenerasi makula dan 146 juta menderita retinopati diabetik; menempatkan keduanya sebagai gangguan retina dengan jumlah penderita terbanyak.Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mencatat prevalensi retinopati diabetik mencapai 43,1%.

Sebagai eye care leader di Indonesia, JEC Eye Hospitals and Clinics telah tepercaya sebagai pionir dalam  penanganan gangguan retina secara komprehensif. Layanan khusus retina tersedia di seluruh 16 cabang dengan penatalaksanaan yang telah terstandardisasi. Tata laksana gangguan retina mulai dari terapi laser, injeksi retina sampai tindakan bedah retina.

Khusus di RS Mata JEC @ Menteng, penanganan retina tersentralisasi melalui JEC Retina Center yang dilengkapi 15 pemeriksaan diagnostik berteknologi tinggi, dan siaga melayani kedaruratan retina 24 jam. Diperkuat 11 dokter mata dengan subspesialisasi retina, RS Mata JEC @ Menteng telah menangani lebih dari 12 ribu pasien gangguan retina dan infeksi mata selama 3  tahun terakhir. 

Dr. Referano Agustiawan, SpM(K), Direktur Utama RS Mata JEC @ Menteng

Dr. Referano Agustiawan, SpM(K), Direktur Utama RS Mata  JEC @ Menteng menyampaikan, “Sebagai pusat rujukan retina nasional, RS Mata JEC @ Menteng berupaya untuk mewujudkan komitmen besar JEC dalam mengoptimalisasi penglihatan dan kualitas hidup masyarakat. Melalui JEC Retina Center, kami memberikan penanganan retina dengan pendekatan komprehensif yang menggabungkan keahlian medis yang teruji dan didukung dengan teknologi canggih.”

Fasilitas unggulan JEC Retina Center di RS Mata JEC @ Menteng, termasuk:

  • Comprehensive Diagnostic Center (CDC): Keratograph, OCT, Microperimetri dan Retinal Camera.
  • Teknologi pencitraan fundus (bagian retina): Foto Fundus, Foto Fundus, Fundus dengan Fluorescein Angiography (FFA), dan Fundus dengan Indocyanine Green (ICG).
  • Optical Coherence Tomography (OCT).
  • USG Mata.
  • Laboratorium
  • Kamar bedah.

“Dengan semangat World Retina Day 2025 dan Inflammation Eye Disease Awareness Week, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan mata dengan melakukan deteksi dini gangguan retina dan inflamasi mata. Langkah preventif kecil ini krusial menghindarkan ‘jendela dunia’ kita dari risiko yang lebih serius, termasuk kebutaan. Ingat, semakin cepat tertangani, semakin besar peluang penglihatan terselamatkan,”  tutup Dr. Referano Agustiawan, SpM(K).

Tags: JECJEC Eye Hospitals and ClinicsWorld Retina Day 2025
Previous Post

Head & Shoulders Indonesia Rayakan Konsumen yang Salah Sebut hingga Ajak Salah Satunya Jadi Digital Brand Ambassador Terbaru, Asal Pilih yang 100% Bikin Bebas Ketombe!

Next Post

Aletra Kembali Resmikan Dealer Terbarunya di Kemang, Jakarta Selatan

Related Posts

Google Maps Hadirkan Inovasi Teknologi dalam Perencanaan Perjalanan Mudik 2026
Halaman Depan

Google Maps Hadirkan Inovasi Teknologi dalam Perencanaan Perjalanan Mudik 2026

13 Februari 2026
THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa Luncurkan Iftar Buffet Ramadan 2026 “Harmoni Ramadan Nusantara” Bukber Ala Sultan
Halaman Depan

THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa Luncurkan Iftar Buffet Ramadan 2026 “Harmoni Ramadan Nusantara” Bukber Ala Sultan

1 Februari 2026
Bandung Masuk Tiga Besar Destinasi Wisata Asia  Versi Agoda
Halaman Depan

Bandung Masuk Tiga Besar Destinasi Wisata Asia Versi Agoda

8 Januari 2026
ChocoDrink Moods On Warnai Blok M dengan Mood Booster Cokelat Belgia di Akhir Tahun
Halaman Depan

ChocoDrink Moods On Warnai Blok M dengan Mood Booster Cokelat Belgia di Akhir Tahun

30 Desember 2025
Fokus Pertumbuhan Industri Petualangan dan Pariwisata di Indonesia,  DXI 2026 Hadir Dengan Kapasitas Pameran Lebih Besar
Event

Fokus Pertumbuhan Industri Petualangan dan Pariwisata di Indonesia, DXI 2026 Hadir Dengan Kapasitas Pameran Lebih Besar

26 September 2025
Aice Memenangkan Top Brand Award dan Top Brand for Kids Award 2025 Tujuh Tahun Berturut
Halaman Depan

Aice Memenangkan Top Brand Award dan Top Brand for Kids Award 2025 Tujuh Tahun Berturut

24 September 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

  • Azarine Kids Hadirkan  Face Wash dan Moisturizer yang Aman untuk Kulit Sensitif Anak

    Azarine Kids Hadirkan Face Wash dan Moisturizer yang Aman untuk Kulit Sensitif Anak

    10 shares
    Share 4 Tweet 3
  • OREO Perkenalkan Edisi Khusus Batik, Ajak Masyarakat Lestarikan Warisan Budaya Indonesia

    10 shares
    Share 4 Tweet 3
  • Manfaat Kebaikan Susu Bagi Generasi Pemenang di Masa Depan

    5 shares
    Share 2 Tweet 1
  • Indomilk Kids Perkenalkan Yogurt Pertama Khusus untuk Anak

    5 shares
    Share 2 Tweet 1
  • PT Ohealty Karichy Elysian (OKE) Luncurkan Produk Yogurto Terbarunya dengan Merek Wonderful Dragon Fruit.

    4 shares
    Share 2 Tweet 1
Instagram Facebook TikTok Twitter Youtube

FOR MORE INFO :

Email: harigini.info@gmail.com

  • Copyright@2024 hariginicom, All right reserved
No Result
View All Result
  • Home
  • Keluarga
    • Dunia Pasutri
    • Bonding
    • Moms Story
    • Perkembangan Anak & Remaja
    • Bayi dan Balita
    • Pendidikan
  • Kesehatan
    • Kesehatan Mental
    • Info Kesehatan
    • Tips Sehat
    • Seks dan Kesehatan
  • Fashion & Beauty
    • Fashion Pria
    • Fashion Wanita
    • Fashion Anak
    • Tips Fashion
    • Tips Kecantikan
    • SkinCare
    • Men’s Care
    • Women’s Care
  • Teknologi
    • Gadget
    • Gadget Hack
    • Review Gadget
    • Smarthome
  • Otomotif
    • Mobil
    • Motor
    • Modif
    • Electric Vehicle
  • Wisata Kuliner
    • Tips Perjalanan
    • Hotelvista
    • Jalan-Jalan
    • Rahasia Dapur
    • Rekomendasi Resto
    • Ulas Kuliner

© 2024 Harigini.com. All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In