
Di masa pandemi, beberapa kalangan masyarakat mengisi kegiatannya dengan bercocok tanam. Masyarakat tertarik pada dunia tanaman hias semakin banyak, sehingga menjadikannya suatu hobi. Mulai dari keisengan hingga benar-benar fanatik terhadap jenis tanaman hias. Contoh yang sedang digemari masyarakat akan tanaman hias yaitu aglonema, lidah mertua, janda bolong.
Walaupun harga tanaman tersebut cukup fantastis, tetap pecinta tanaman hias akan rela membelinya dan mengoleksinya. Untuk menunjang kecintaannya, para pecinta tanaman hias ini harus betul-betul memahami sifat, karakteristik, dan cara perawatan tanaman hias tersebut.
Media tanam menjadi kunci utama demi keberlangsungan kehidupan tanaman hias. Media tanam diartikan sebagai wadah, pot, atau tempat tinggal tanaman. Berhasil tidaknya pertumbuhan tanaman, baik secara kualitas maupun kuantitas, sangat bergantung pada kondisi media tanam. Berikut di bawah ini adalah faktor-faktor pendukung berfungsinya media tanam pada tanaman hias.Â
Air dan udara
Keberadaan air dan udara di dalam media tanam sangat diperlukan oleh tanaman. Jumlah air pada media tanam harus seimbang. Karena jika media tanam mengandung banyak air maka kandungan udaranya sedikit. Ketika media tanam mengandung sedikit air maka tanah akan menjadi kering dan hampir semua pori-pori tanah ditempati oleh udara sehingga menjadi dehidrasi dan tanaman akan mati. Untuk menunjang pertumbuhan tanaman yang optimal maka kandungan air dalam media tanam juga harus tersedia bagi tanaman secara optimal. Salah satu caranya dengan mengatur sistem drainase dan aerasi media tanam secara tepat. Jumlah air yang diberikan pada tanaman hias bergantung pada jenis tanaman, bahan-bahan media tanam, dan iklim di sekitar media tanam.
Unsur hara
Media tanam harus mampu menyediakan pasokan bagi tanaman atau yang dimaksud adalah unsur hara. Unsur hara dibutuhkan tanaman untuk melengkapi daur hidupnya. Setidaknya unsur hara yang didapatkan dari udara berupa karbon (C), Oksigen (O), dan Hidrogen (H). Ketersediaan unsur hara pada tanaman harus terjaga. Jumlah unsur hara yang diberikan pada media tanam harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ditanam dan kondisi media tanam itu sendiri. Hal ini dilakukan demi pertumbuhan yang optimal pada tanaman.Â
Kelembapan
Media tanam yang baik adalah media tanam yang mampu mempertahankan kelembapan di sekitar tanaman secara optimal. Rata-rata kelembapan optimal yang sesuai bagi tanaman sekitar 40%. Kelembapan media tanam yang tinggi akan memicu jamur, sebaliknya tanah akan menjadi kering. Maka dari itu, dibutuhkan tingkat kelembapan pada setiap tanaman baik dari jenisnya atau habitat asalnya.
Suhu
Suhu merupakan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tinggi rendahnya suhu di sekitar tanaman sangat ditentukan oleh sinar matahari. Kisaran suhu yang optimal pada tanaman yaitu 5-35°C. Suhu pada setiap tanaman pastinya berbeda-beda, semua tergantung jenis tanaman tersebut.
Cahaya
Cahaya menjadi faktor yang esensial bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Cahaya berperan penting pada tanaman dalam kegiatan fotosintesis. Tanpa cahaya yang cukup tanaman akan bermasalah dapat dilihat dari bentuk daun yang mengecil, berwarna pucat. Kebutuhan intensitas cahaya bergantung pada jenis tanamannya. Intensitas cahaya pada tanaman harus merata pada semua bagian agar hasil akhir fotosintesis dapat maksimal.
Jadi, faktor pendukung media tanam pada tanaman hias itu berbeda-beda, semua tergantung dari jenis tanaman, asal habitatnya. Untuk merawat tanaman hias agar pertumbuhannya lebih optimal harus diperhatikan dan tidak sembarangan. Jika mendapat hasil yang memuaskan, akan mendapatkan keuntungan dengan berinvestasi pada tanaman hias








