
Buah delima (Punica granatum Linnaeus) merupakan buah tertua dan sudah banyak dikenal. Bagi masyarakat Cina buah delima ini menjadi buah yang wajib dalam menyambut Tahun Baru Imlek. Delima menjadi simbol kesuburan, rejeki yang berlimpah, keturunan, serta masa depan yang diberkahi. Buah delima merah sering di tanam untuk menjadi tanaman hias, selain itu buah ini kaya akan khasiat dan manfaat dengan dijadikan obat tradisional untuk penyembuhan berbagai penyakit.
Delima termasuk jenis tanaman yang mudah berbuah dan produktif. Maka dari itu buah delima ini mudah untuk ditanam di pot dan dapat berbuah pada umur 2-3 tahun. Di Indonesia delima yang dikenal adalah delima merah memiliki rasa yang manis dan delima putih memiliki rasa yang sepat dan kesat.
Menurut penelitian bahwa delima sangat bermanfaat jika diolah menjadi jus karena kaya akan kandungan antioksidan. Apabila jus delima diminum dengan bijinya maka kaya kandungan polifenol. Perlu diketahui seluruh bagian buah delima dapat digunakan sebagai obat mulai dari buah, biji, bunga, daun, kulit buah, kulit kayu, hingga kulit akar.
Khasiat dari kulit buah delima digunakan sebagai obat tradisional. Kulit buah delima dapat digunakan sebagai obat disentri, diare kronis, muntah darah, batuk darah, amandel, sinusitis, ambeien berdarah, perdarahan rahim, nyeri lambung. Selain itu, kulit buah delima juga bisa untuk mengusir serangga serta dapat menjadi bahan pewarna alami yang dapat dijadikan tinta atau pewarna lain. Untuk kulit akar dan kulit batang dapat dijadikan sebagai obat cacing.
Biji dan sari buah delima merupakan tonik untuk jantung dan tenggorokan. Sari buah delima bersifat astringent sehingga bermanfaat untuk mengobati berbagai penyakit seperti mimisan, gusi berdarah, mengencangkan payudara. Untuk bubuk kering bunga delima sebagai obat bronkhitis. Sedangkan biji delima digunakan sebagai obat demam, batuk, keracunan, dan cacingan.
Dari daging buah delima memiliki rasa manis yang bisa meningkatkan stamina tubuh dan asupan nutrisi tubuh. Khasiat segelas jus buah delima adalah untuk mengobati penyakit jantung koroner, kanker, anemia, diabetes melitus, hepatitis, dan diare. Kandungan dari segelas buah jus delima mengandung asam sitrat, asam malat, glukosa, fruktosa, maltosa, vitamin E, vitamin C, mineral, dan tanin.
Untuk mendapat manfaat buah delima dapat diperoleh dengan berbagai cara, seperti langsung memakan buahnya, atau dijadikan sirop, pasta dan konsentrat delima. Biasanya orang Asia mengolah buah delima dengan cara mengentalkan-nya. Namun, jika diolah tidak tepat dapat menimbulkan efek samping apabila dikonsumsi secara berlebihan dapat merugikan energi vital dalam paru, merusak gigi, dan menimbulkan banyak dahak. Efek samping yang pernah dikeluhkan yaitu pusing, badan lemah, dan gemetar. Karena rasanya yang manis, asam, sepat sehingga tidak cocok untuk dikonsumsi penderita panas dalam. Maka dari itu, perlunya pengolahan buah delima yang tepat dengan memenuhi pedoman pembuatan obat tradisional yang baik agar terhindar dari efek samping yang tidak diharapkan.








