
Perkembangan jejaring sosial atau media sosial di Indonesia sedang mencapai puncaknya. Salah satu faktor penyebabnya adalah adanya pandemi COVID-19 yang melanda dunia beberapa tahun lalu. Akibatnya, sebagian besar aktivitas dilakukan secara online, membuat orang lebih sering menggunakan internet. Alhasil, penggunaan jejaring sosial, khususnya TikTok, berkembang pesat.
Pasar livestream selling di Indonesia atau jualan lewat siaran live streaming, juga semakin berkembang. Sebagian terdapat pada platform video sekaligus media sosial TikTok. Siaran langsung para pedagang bisa muncul kapan saja di layar smartphone pengguna TikTok dan menggoda mereka untuk belanja di sana.
Menurut data dari Influencer Marketing Hub, tingkat interaksi di TikTok cukup tinggi, bahkan lebih tinggi dari Instagram dan YouTube. Menurut data tersebut, tingkat uploadshare untuk micro-influencer di TikTok adalah 17,96 persen, sementara itu di Instagram sebesar 3,86 persen, dan hanya 1,63 persen di YouTube. Tingkat retensi yang tinggi ini juga memudahkan bisnis untuk menjalin komunikasi dan membangun kepercayaan dengan pelanggan mereka.
Felancy Merekrut 45 Influencer TikTok
Semakin berkembang pesatnya live streaming selling juga dilirik oleh Felancy, merek pakaian terkemuka sebagai peluang untuk meningkatkan brand awareness sekaligus meningkatkan sales penjualn online. Selama bulan Mei-Juni, Felancy telah merekrut 45 nano–mikro influencer untuk melakukan live streaming di akun masing-masing untuk eksklusif menjual produk-produk Felancy.
Dan sebagai ajang pertemuan sekaligus pemberian bekal skill para influencer tersebut, Felancy menggelar Felancy’s Tiktok Gathering dengan tema: “Rahasia Sukses Live Streaming with Felancy” pada 21 Juli di Boja Eatery, Pluit, Jakarta.
Acara ini bertujuan sebagai wadah bertemunya para Host Felancy yang berpotensi untuk diberikan pelatihan melalui seminar offline dengan narasumber dari Tiktok Head Office Jakarta dan KOL Live Streamer yang telah diakui kesukesannya dalam berjualan di TikTok. Tentunya harapan dari seminar ini adalah agar para konten kreator lebih memahami algoritma Tiktok untuk mendongkrak view and sales saat lives treaming.
“Felancy memberikan support kepada para konten kreator terutama TikTok dengan membuka channel sebagai affliator dengan fee yang menarik. dan Felancy juga mensupport dari “dalam” yaitu live dengan memakai Felancy. Pasti mereka akan tampil penuh percaya diri!” ujar Agnes Dewi, selaku National Marketing Manager PT. Megariamas Sentosa, distributor Felancy.
Merek Felancy sendiri lahir di Singapura pada tahun 1993, sebagai produsen baju tidur wanita. Kemudian seiring dengan berjalannya waktu, berkembang menjadi spesialis di bidang pakaian dalam wanita. Saat ini Felancy memiliki seleksi produk yang komplit berupa bra, panty, korset, bra sport, dan baju tidur. Pada tahun 2009, Felancy mendirikan R&D tim khusus yang melakukan product development yang disesuaikan dengan bentuk tubuh wanita Asia. Kini Felancy sudah tersebar hampir di seluruh negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.








