Di era connected world yang serba digital ini, sebuah event maupun perjalanan wisata senantiasa dihubungkan secara digital oleh para penikmatnya dengan storytelling, yang kadang tak hanya menarik, tapi juga berdampak. Industri event dan perjalanan pun beralih dari sekadar menggelar acara dan aktivitas wisata, menjadi merancang rangkaian pengalaman yang tidak terlupakan, personal, sekaligus terhubung secara digital ke seluruh dunia.
BINUS University menjawab perkembangan dunia industri tersebut dengan resmi meluncurkan Program Studi Event & Travel Business, di BINUS @Kemanggisan Anggrek Campus, sebagai bagian dari rebranding Program Studi Tourism. Program studi tersebut kini hadir dengan pendekatan yang lebih segar dan relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
Peluncuran program dikemas dalam acara Studium Generale bertema “Where Stories Meet Experiences: Building Impact in a Connected World.” Para siswa SMA, mahasiswa, media dan pelaku industri bertemu di auditorium BINUS @Kemanggisan Anggrek Campus, Sabtu, 26 Juli 2025, untuk menggali lebih dalam bagaimana teknologi, kreativitas dan storytelling mampu menciptakan pengalaman yang berdampak dalam dunia event dan perjalanan.
Wendy Purnama Tarigan, M.M., M.BA, Head of Program Event & Travel Business, BINUS University, menjelaskan bahwa perubahan ini dilakukan sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan industri. “Program ini bukan sekadar perubahan nama, tapi refleksi dari kebutuhan industri yang terus berkembang. Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami dunia pariwisata, tapi juga mampu merancang event dan pengalaman yang menyentuh, tak terlupakan, relevan, dan didukung oleh pemahaman teknologi digital.”
Program Studi Event & Travel Business merupakan transformasi dari Program Studi Tourism, yang selama ini telah membekali mahasiswa dengan dasar-dasar industri pariwisata. Kini, dengan nama baru dan kurikulum yang diperbarui, program studi ini memperluas fokusnya pada perancangan event, experience design, serta integrasi teknologi digital dalam dunia perjalanan dan hospitality.
“Mahasiswa akan belajar langsung merancang perjalanan, event interaktif, dan bekerja sama dengan mitra industri nasional hingga international. Kami ingin, lulusan kami siap terjun dan membawa perubahan nyata di dunia industri,” ujar Wendy menambahkan.
Bunga Swastika Putri, General Manager PT. Dyandra Promosindo, turut membagikan perspektif industri dalam pertemuan tersebut. “Hari ini, orang tidak hanya ingin hadir di sebuah acara atau pergi ke tempat baru. Mereka mencari makna, pengalaman yang relevan, dan cerita yang bisa dikenang. Di sinilah pentingnya merancang perjalanan dan event yang tidak hanya menarik, tapi juga menyentuh sisi emosional audiens.” Bunga menjelaskan, “Kreativitas, teknologi dan komunikasi adalah kunci. Saya percaya, institusi seperti BINUS University punya peran besar dalam menyiapkan talenta masa depan yang siap untuk itu.”
Para calon mahasiswa yang berminat menekuni industri event dan perjalanan, bisa memilih Program Studi Event & Travel Business, yang secara khusus dikembangkan di BINUS @Kemanggisan Anggrek Campus sebagai Digital Technology Campus, pusat pengembangan program-program berbasis teknologi digital dan kreatif. Selama masa pembelajaran, mahasiswa akan dibekali dengan kombinasi antara pengetahuan praktis, eksplorasi global, serta kolaborasi lintas industri, termasuk melalui program internship, study abroad dan keterlibatan dalam event berskala internasional.
Industri event dan wisata akan terus berkembang seiring kebutuhan warga dunia dalam menyeimbangkan aktivitas rutin mereka. Peluncuran dan rebranding program studi ini menunjukkan komitmen BINUS University yang semakin kuat dalam menciptakan pendidikan tinggi yang relevan, adaptif, dan mampu menjawab tantangan industri berbasis pengalaman di era digital. Selain meluncurkan program studi Event & Travel Business, BINUS University juga telah meluncurkan program studi baru Digital Media Communication atau DMC.








